Ustadzah Dewi Purnamawati (Pakar Kristologi): "Pelacuran Aqidah Atas Nama Pluralisme"

Diposting oleh Delitua.Heck.In pada 04:05, 07-Des-11

Di: Cyber News

Dewi_Purnamawati .

Di antara gegap gempita
aksi politik di Indonesia, usaha-usaha
pemurtadan terus gencar dilakukan.
Sayangnya umat Islam seakan terlena, dan
sebagian menganggap kasus pemurtadan
hanya isu belaka. Gerakan kristenisasi yang dilakukan secara massif oleh para misionaris
terus menyabar dengan berbagai modus,
nekat dan ugal-ugalan. Maraknya aksi pemurtadan adalah alarm
penting agar umat Islam meningkatkan
kewaspadaan dan memerangi segala bentuk
gerakan pemurtadan akidah. Sayang
memang kondisi umat yang tidak fokus
membentengi akidah dan melawan gerakan pemurtadan. Salah satu penyebabnya adalah
gerakan deradikalisasi dan isu teroris.

Dua
isu ini telah memandulkan perjuangan dan
dakwah umat Islam. Dalam praktiknya, banyak fakta dan data
tentang realita gerakan pemurtadan yang
dilakukan oleh umat Kristen, dari cara yang
santun sampai cara yang arogan. Untuk
memperdalam hal ini, Suciati, Kontributor majalah Sabili di Solo mewawancara
Ustadzah Dewi Purnamawati, daiyah yang
konsen dengan gerakan anti pemurtadan.
Berikut petikannya:

Benarkah kristenisasi hanya sekadar
isu?

Kalau hanya sekadar isu lihat bagaimana
pendapat-pendapat para pemuka Kristen
yang nayat-nyata menjadikan Indonesia
sebagai lahan subur kristenisasi. Dr Berkhof
misalnya. Ia mengatakan, “Indonesia
adalah daerah pekabaran Injil yang diberkati Tuhan”. Boleh kita simpulkan bahwa
Indonesia adalah suatu daerah pekabaran
Injil yang diberkati Tuhan dengan hasil yang
indah dan besar atas penaburan bibit firman
Tuhan. Jumlah orang Kristen Protestan sudah
13 juta lebih. Jadi tugas zending gereja-gereja muda di benua ini masih amat luas dan berat.


Bukan saja sisa kaum kafir yang tidak
seberapa banyak itu, yang perlu mendengar
kabar kesukaan, tetapi juga kaum Muslimin
yang besar yang merupakan benteng agama
yang sukar sekali dikalahkan oleh pahlawan- pahlawan Injil. Apalagi bukan saja rakyat
jelata, lapisan bawah yang harus ditaklukkan
untuk Kristus, tetapi juga dan terutama para
pemimpin masyarakat, kaum cendekiawan,
golongan atas dan tengah.” Begitu juga dengan Pendeta Yosias Leindert
Lengkong, “Al-Qur`an sangat berguna untuk
misi pekabaran Injil”. Tujuan utama
menyelidiki referensi-referensi al-Qur’an
yang menyaksikan tentang Alkitab ialah:
agar kita dapat mengenal serta mengerti dan memanfaatkan potensi ayat-ayat al-Qur’an
yang berguna bagi kepentingan membagikan
berkat Injil kepada kaum Muslim yang kita
cintai.

Kesaksian al-Qur`an sangat berguna
untuk dijadikan jembatan atau sarana misi
pekabaran Injil Alkitabiah” (makalah Pendeta Josias Lendert Lengkong pada
seminar “Studi Paralelisasi Kristen dan
Islam” di hotel Mandarin Jakarta tanggal 15
Agustus 1997). Sebenarnya konsep tentang
perlunya Kristenisasi kepada umat Islam
masih sangat banyak. Tapi statemen Berkof dan Lengkong cukuplah untuk mewakili
konsep kristenisasi di Indonesia.
Sejak kapan kristenisasi terjadi di
Indonesia?

Jika dilihat dari sejarahnya, kristenisasi
merupakan satu mata rantai yang panjang.
Ia tidak hanya terjadi saat ini saja. Tapi,
sudah terjadi sejak lama, tepatnya sejak
zaman penjajahan di Nusantara. Gerakan
pendangkalan akidah umat ini terus terjadi hingga saat ini. Bahkan gerakannya kian hari
kian nyata dan berbahaya.

Kabarnya, di Solo kristenisasi juga
gencar. Benarkah?

Salah satu ciri kristenisasi adalah dilakukan
secara massif. Seperti halnya di daerah
lainnya, di Solo kristenisasi dengan berbagai
variannya juga menyebar secara luas di
berbagai level masyarakat. Pola dan
kristenisasi cukup variatif disesuaikan dengan obyek sasarannya. Untuk kalangan
pedesaan tak terpelajar misalnya,
kristenisasi dilakukan dengan pembagian
mie instant. Namun untuk kalangan
berpendidikan modelnya harta, kedudukan,
bahkan wanita.Namun temanya tetap sama, yaitu memanfaatkan kelemahan umat Islam,
baik ekonomi hingga akidahnya.

Apa sarana kristenisasi saat ini?

Secara substansi tidak berubah, hanya
sarananya saja yang berubah menyesuaikan
kondisi saat ini. Salah satu pola kristenisasi
saat ini menyasar anak-anak muda dan
pelajar, melalui penididikan agama dan
ekonomi. Bagaimana pengelabuan melalui buku-
buku yang menyerupai Islam? Meskipun ada persoalan yang terselubung
dan tidak tampak, rendahnya akidah dan
ekonomi umat Islam menjadi masalah berat.
Saat ini berkembang pemikiran semua
agama bagus. Kaum misionaris juga
memanfaat hal ini untuk merusak pemikiran umat sehingga mereka ragu dengan
kebenaran Islam. Kristen seperti musang
berbulu domba menggemboskan dan
pengelabuan anak-anak muda.Pola ini
merupakan pelacuran akidah atas nama
pluralisme. Di kalangan Islam sendiri hal ini terjadi. Pelacuran akidah memutarbalikkan
fakta dalam bentuk pluralisme agama
dengan konsteks kerukunan beragama.

Apakah ini hanya fenomena elit?

Fenomena ini tidak hanya terjadi di tingkat
elit saja. Setiap orang Kristen merasa
menjadi komponen amanat penggenap
agung. Mereka merasa menjadi pekerja-
pekerja kristus. Mereka memiliki tugas
mulia menyelamatkan domba-domba sesat. Berarti pengelabuan umat terus terjadi Sampai saat ini masih berjalan dan kian hari
kian massif. Sayangnya, pemerintah dan
hukum tidak mau buka mata. Mereka
mengetahui pemurtadan terjadi, namun
dengan alasan menjaga kerukunan mereka
mengabaikannya. Itulah sebabnya, hingga kini praktik penyebaran buku-buku
pemurtadan untuk mengelabui umat masih
beredar. Setiap gereja di Indonesia memiliki
misi kristenisasi hanya aturan main satu
gereja dengan gereja lain berbeda. Namun,
tujuannya tetap sama mendangkalkan akidah umat lainnya, khususnya kaum Muslimin.

Apa target kristenisasi?

Setiap gerakan tentu memiliki target yang
akan dicapai. Di mata mereka, Indonesia
adalah lahan subur kristenisasi. Karena itu,
umat Islam yang mayoritas di negeri ini
menjadi target utama pemurtadan.
Tujuannya adalah untuk pelipatgandaan umat Kristen dan melemahkan posisi kaum
Muslimin.

Peraturan yang dibuat pemerintah
hanya di atas kertas saja?

Ya di atas kertas. Karena itu kasus
kristenisasi tergantung masyaraat dan
pemerintah. Masyarakat kita kebanyakan
belum paham dengan adanya kristenisasi.
Karena itu, tidak sedikit dari masyarakat
merasa diuntungkan dengan berdirinya banyak gereja di sekitar mereka. Karena
berdirinya gereja baru di sekitar kampung
atau daerah mereka memberi peluang
perekonomian baru, seperti parkir,
pembagian sembako, tukang kebun dan
lainnya. Tapi, mereka tidak menyadari jika akidah mereka terancam.

Mereka berkelit Kristenisasi karena ada
Islamisasi. Benarkah?

Isu islamisasi dilontarkan untuk
menyimpangkan fakta sebenarnya yaitu
kristenisasi. Sebab mereka melakukan
kristenisasi dengan terselubung. Kristenisasi
adalah usaha pemaksaan orang lain masuk
ke agama mereka. Islamisasi bukan memaksa orang lain pindah agama. Mereka
berpandangan selain agama Kristen, semua
orang adalah domba sesat. Itulah sebabnya
mereka menjaring sebanyak-banyaknya
domba sesat. Menjaring orang lewat
pendidikan dan pembabtisan massal.
Upaya apa untuk membendungnya?

Cara menghadapi kristenisasi adalah dengan
menunjukkan kesesatan mereka kepada
umat. Sehingga kaum Muslimin mengetahui
ajaran Islam dan cara musuh untuk
memurtadkannya. Contohnya, tentang Natal.
Para ustadz harus menjelaskan kepada umat tentang kesesatan Natal sebagaimana fatwa
MUI. Tapi pembinaan kepada umat tidak
berjalan sebagaimana mestinya Benar. Tapi kita tidak perlu risau. Usaha
harus terus dilakukan untuk membentengi
akidah umat agar mereka kuat menghadapi
bujuk rayu musuh-musuhnya. Selain itu, kita
juga harus terus mengupayakan
terbentuknya persatuan dan kesatuan umat Muslim, khususnya di Indonesia.

Perlu tidak mengundang pemimpin
mereka (Kristen), untuk meminta
pertanggungjawaban?

Ya sangat penting. Seluruh ulama perlu
mempertegas dan menyampaikan kritikan
kepada kalangan gereja. Umat perlu
membeberkan cara-cara bohong mereka
kepada publik. Cara mereka menyebarkan
agama dengan ayat palsu. Padahal Tuhan sendiri tidak pernah menyuruh manusia
menjadi Kristen. Inilah keberanian kaum
Salibis menjual ayat tersebut padahal ayat
tersebut palsu. Mereka juga sering berlepas tangan Berlepas tangan adalah salah satu taktik
mereka. Ibarat pepatah, lempar batu
sembunyi tangan. Kalau mereka jujur
seharusnya mereka berani menghukum
anggotanya yang menyebarkan Kristen
dengan cara-cara memalukan. Tapi kenyataanya mereka tidak pernah
menghukum anggotanya. Inilah kristenisasi
berkedok penipuan dan pengelabuan umat.
Sayangnya, pemerintah menutup mata fakta
adanya kristenisasi. Pemerintah seharusnya
sadar dan mau berubah sebab jika tidak jangan salahkan jika umat bertindak.

Tapi umat Islam sendiri terpecah-pecah?

Persatuan terus sedang dibangun umat. Umat
semestinya sadar bahwa musuh-musuh
Islamlah yang membuat mereka terpecah
belah. Sutradara perpecahan umat adalah
mereka. Umat Islam harus bersatu dan
kristenisasi adalah musuh yang harus dihadapi secara bersama-sama seluruh
komponen umat. Umat Kristen tak pernah puas Istilah Kristen baru muncul setelah Yesus
tidak ada. Jadi ada pengaburan sejarah oleh
mereka sendiri. Dibawalah dokumen sejarah Indonesia ke Belanda. Saat ini, jika orang
mau tahu sejarah Indonesia harus ke Leiden
dulu. Segala bahasa di Indonesia, ada semua.


Subhanallah. Sejarah dikaburkan sehingga
legalitasnya tidak ada. Dalam konteks
Pancasila sila pertama, Ketuhanan Yang Maha ESA. Esa itu kan satu, tetapi kenapa mereka
menyembah Trinitas. Karena itu, negara
harus mempertanyakan posisi Kristen di
Indonesia agar tidak terjadi pengaburan
sejarah.

Kenapa ulama kecolongan?

Tidak ada kata terlambat. Agar tidak perjadi
pemurtadan yang lebih luas, hal ini perlu
ditanyakan kepada ulam. Sebab, selama ini
masih banyak ulama yang tidak tegas dalam
menyampaikan masalah kristenisasi.
Padahal surat al-Baqarah ayat 120 ditegaskan dengan jelas hal ini.

Bagaimana secara politik?

Saat ini mereka berprinsip tidak perlu
menjadi orang nomor satu. Cukup menjadi
orang kedua. Tapi menentukan segalanya.
Contohnya di Solo tak perlu menjadi walikota
namun bisa mengendalikan orang pertama.
Dan orang kedua wakil walikota memiliki peran yang diperhitungkan. Mereka hanya
menjadi pemikir. Tidak secara formal, tapi
mereka yang mengendalikan kita.

Bagaimana membangun ukhuwah Islam
di era politik?

Semua komponen bangsa harus saling bahu
membahu satu dengan lainnya. Sebab jika
kita bertengkar maka yang bertepuk tangan
adalah musuh-musuh Islam.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

2 tanggapan untuk "Ustadzah Dewi Purnamawati (Pakar Kristologi): "Pelacuran Aqidah Atas Nama Pluralisme""

hmmm pada 14:11, 10-Des-11

kalo memang ada kristenisasi dengan cara2 busuk macam sogok pake harta dan sebagainya memang perlu dilawan. Tapi pandangan2 kristen menurut penulis tidak sepenuhnya benar. Islam adalah agama damai dan secara tegas mengakui Yahudi dan kristen sebagai saudara tua, sebagai ahl kitab dan hak-hak mereka dengan jelas ada dalam Qur'an. Anda tampaknya juga menyebar ketakutan dengan membuat keadaan seolah2 ada kristen vs islam. kalo memang kristeninasi ya itu saja yg dibahas tidak perlu dibangkitkan rasa ad perang. Domba sesat dlm injil tidak sama sekali menyebutkan tentang NON-Kristen. Anda sendiri yg menyebutkan bahwa nama kekristenan saja baru ada setelah jaman Isa Almasih, maka ayat dlm injil itu juga tidak menyebut sama sekali tentang non-kristen. domba sesat adalah siapa saja umat Allah, manusia yg menyimpang. tidak sesempit non-kristen. argumennya berstandar ganda. Tuhan tdk menyuruh manusia jd kristen. Tuhan juga tidak menyuruh manusia jadi islam, tapi apakah penyebaran kristen atau islam tidak boleh? hakekat misionaris adalah ayat/pesan terakhir Isa Almasih kepada murid-muridnya, kira2 ayatnya berkata "jadikanlah semua bangsa MURIDku, bla2". maksud dari ayat ini adalah menyebarkan injil, kabar baik, bukan berarti harus menjadikan semuanya Kristen dalam arti agama formal, sama sekali tidak. (Dalam konteks
Pancasila sila pertama, Ketuhanan Yang Maha ESA. Esa itu kan satu, tetapi kenapa mereka
menyembah Trinitas. Karena itu, negara
harus mempertanyakan posisi Kristen di
Indonesia agar tidak terjadi pengaburan
sejarah.) Esa itu artinya BUKAN satu. anda perlu belajar lebih. Esa artinya Tunggal. Eka baru artinya satu, itu beda. sila pertama hanya mengatakan KETUHANAN, maksudnya sifat Tuhan, manusia yang berusaha meniru/mengamalkan sifat2 Tuhan ( pengasih, adil, baik, dll). Fatwa MUI cuma jadi sarana provokator. Fatwa larangan rokok gak ada yg ikutin. Kalo ahmadiyah, kristenisasi, pada heboh. koq bisa? coba pikir, apa benar MUI kebal salah? kemaren idul fitri aja gak bisa sepakat, padahal kalo satu benar satu salah. Pada hari itu setengah orang Indonesia berdosa karena pasti ada yang salah. Jangan cuma ngikut MUI, coba pakai rasio anda masing! apa iya cuma gara2 ngucapin selamat natal anda merasa berdosa? apakah hati nurani anda protes seperti habis mencuri atau membunuh? Percayalah kepada hati nurani anda! itulah pemberian Tuhan paling mulia untuk manusia.

gwFryLzuun pada 21:10, 07-Apr-12

biar kamu tau apa itu internet..Secara haarifh, Internet (kependekan dari interconnected-networking) ialah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Manakala Internet (huruf I' besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinaInternet dijaga oleh perjanjian bi- atau multilateral dan spesifikasi teknikal (protokol yang menerangkan tentang perpindahan data antara rangkaian). Protokol-protokol ini dibentuk berdasarkan perbincangan Internet Engineering Task Force (IETF), yang terbuka kepada umum. Badan ini mengeluarkan dokumen yang dikenali sebagai RFC (Request for Comments). Sebagian dari RFC dijadikan Standar Internet (Internet Standard), oleh Badan Arsitektur Internet (Internet Architecture Board IAB). Protokol-protokol Internet yang sering digunakan adalah seperti, IP, TCP, UDP, DNS, PPP, SLIP, ICMP, POP3, IMAP, SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, Telnet, FTP, LDAP, dan SSL.Beberapa layanan populer di Internet yang menggunakan protokol di atas, ialah email/surat elektronik, Usenet, Newsgroup, berbagi berkas (File Sharing), WWW (World Wide Web), Gopher, akses sesi (Session Access), WAIS, finger, IRC, MUD, dan MUSH. Di antara semua ini, email/surat elektronik dan World Wide Web lebih kerap digunakan, dan lebih banyak servis yang dibangun berdasarkannya, seperti milis (Mailing List) dan Weblog. Internet memungkinkan adanya servis terkini (Real-time service), seperti web radio, dan webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu melalui Internet dimungkinkan untuk berkomunikasi secara langsung antara dua pengguna atau lebih melalui program pengirim pesan instan seperti Camfrog, Pidgin (Gaim), Trilian, Kopete, Yahoo! Messenger, MSN Messenger dan Windows Live Messenger.Beberapa servis Internet populer yang berdasarkan sistem tertutup (Proprietary System), adalah seperti IRC, ICQ, AIM, CDDB, dan Gnutelmakan internetworking. Jumlah pengguna Internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya Internet. Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google, pengguna di seluruh dunia mempunyai akses Internet yang mudah atas bermacam-macam informasi. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, Internet melambangkan penyebaran(decentralization) / pengetahuan (knowledge) informasi dan data secara ekstrem.Perkembangan Internet juga telah memengaruhi perkembangan ekonomi. Berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka (dan sebagian sangat kecil melalui pos atau telepon), kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui Internet. Transaksi melalui Internet ini dikenal dengan nama e-commerce.Terkait dengan pemerintahan, Internet juga memicu tumbuhnya transparansi pelaksanaan pemerintahan melalui e-government seperti di kabupaten Sragen yang mana ternyata berhasil memberikan peningkatan pemasukan daerah dengan memanfaatkan Internet untuk transparansi pengelolaan dana masyarakat dan pemangkasan jalur birokrasi, sehingga warga di daerah terebut sangat di untungkan demikian para pegawai negeri sipil dapat pula di tingkatkan kesejahterannya karena pemasukan daerah meningkat tajam.

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar